ETIKA BEREMAIL: MEMBALAS EMAIL

Dalam membalas email sebaiknya kita memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Hati-hati dengan pitihan REPLY ALL. pastikan hanya orang yang benar-benar membutuhkan
balasan yang mendapatkan email balasan anda.
2. Hati-hati ketika membalas email dalam sebuah daftar distribusi tidak semua orang ingin
mendapatkan ucapan atau terima kasih.
3. Ubah Subjek email balasan jika anda menambah informasi pada sebuah email, mungkin akan lebih
berguna jika anda merubah subjek email, sesuai dengan isinya.
                                              CEGAH PENYEBARAN VIRUS VIA EMAIL

Virus komputer berpindah dari satu komputer ke komputer lain dengan cara menumpang pada
program lainnya. Salah cara efektif yang dipakai oleh virus adalah dengan menumpang pada email.
Email ini nantinya bisa menyebar ke ratusan atau bahkan ribuan alamat email lain.
Email yang bervirus biasanya menyertakan sebuah file attachment yang akan menularkan virus ke
komputer lokal apabila si penerima email membuka file attachment tersebut. Cara pencegahan
penularan virus via file attachment masih tergolong mudah, yakni dengan cara memblokir file yang
berpotensi mengandung virus.
Selain melalui file attachment, teknik penyebaran virus via email bisa juga memanfaatkan
kemampuan pengiriman email dalam format HTML. Format HTML dalam pengiriman email
memungkin seseorang mengirimkan gambar dan suara atau juga script lainnya. Kemampuan ini lah
yang sering di manfaatkan untuk menyisipkan script-script "jahat" yang bisa berbahaya bagi
komputer kita.
Untuk menanggulangi teknik ini adalah dengan cara mengkonversi format HTML email ke plain text.
Berikut caranya:
1. [Start]>[AII Programs]>[0utlook Express].
2. Klik menu [Tools]>[0ptions...].
3.Klik Tab [Read]
4. Cek pada Checkbox [Read all messages in plain text].
5. Klik [OK]
Saat in! Anda tidak akan menerima lagi e-mail dalam format HTML. Semua pesan akan dikonversi
secara otomatis menjadi teks murni (plain text).
Selamat mencoba !
Salam,
IT Support


https://youtu.be/fO1iJqBdXrc

Laskar Pelangi menceritakan kisah anak-anak dari Desa Belitung yang dikategorikan sebagai anak-anak miskin di Belitung. Anak-anak tersebut tidak berhenti berusaha untuk memperbaiki masa depan mereka. Mereka merupakan siswa SD Muhammadiyah, SD tertua di desa Belitung. Di sekolah ini terdiri dari 10 siswa, hingga tak lepas dari ancaman penutupan.

Kesembilan siswa tersebut adalah Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Borek, Sahara, Kucai, Trepani, dan Harun. Ibu Muslimah, satu-satunya guru di SD Muhammadiyah yang diperankan oleh Cut Mini, dan Pak Harfan, kepala sekolah SD Muhammadiyah yang diperankan oleh Ikranagara, terus berupaya untuk mempertahankan SD Muhammadiyah agar tidak tutup.

Semula siswa di SD Muhammadiyah hanya berjumlah 9 siswa, kemudian datanglah Harun, anak keterbelakangan mental yang menyelamatkan sekolah di saat semua murid dan guru sudah gelisah dan khawatir sekolah akan ditutup. Setelah murid genap 10 siswa, sekolah dengan bangunan seadanya tersebut tetap diizinkan untuk beraktivitas seperti sekolah pada umumnya.

Pemeran utama film Laskar Pelangi adalah Ikal. Siswa SD Muhammadiyah yang memiliki ketertarikan besar pada dunia sastra. Ia gemar menulis puisi. Ada juga Lintang, siswa SD Muhammadiyah yang menjadi siswa paling pintar di sekolah karena kejeniusannya. Ia merupakan anak nelayan miskin yang bercita-cita menjadi ahli matematika.

Ada satu siswa yang dikenal memiliki bakat dalam bidang seni, yaitu Mahar. Ia yang menjadi pencetus ide saat sekolah berencana mengikuti perlombaan semacam karnaval. Mahar memberikan ide untuk menari dengan aksesoris yang terbuat dari tumbuhan langka di Belitung. Tumbuhan tersebut membuat gatal, sehingga mereka menari seperti orang kesetanan, tetapi ide tersebut membuat SD Muhammadiyah dapat memenangkan lomba.

Hari-hari yang dilalui semakin mengukir kenangan, kebahagiaan, dan penuh dengan canda tawa. Meski begitu, Lintang tetap berjuang dalam pendidikan. Ia rela menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa sampai ke sekolahnya dengan menggunakan sepeda. Perjuangan Lintang untuk bisa sampai ke sekolah harus melalui danau yang terdapat buaya di dalamnya.

Kecerdasan Lintang terbukti ketika ia, Ikal, dan Sahara mengikuti perlombaan cerdas cermat. Ketiga siswa tersebut bisa mengalahkan Drs. Zulfikar, guru SD PN yang merupakan sekolah elit di Belitung. Lintang dan teman-temannya membuktikan meskipun fasilitas terbatas, mereka tetap kerja keras dan menjadi siswa yang pintar.


https://youtu.be/uYrCsFyQnq4

Jakarta - Banyak keluhan dialamatkan pada film-film anak-anak Indonesia. Sebagian dari film-film itu memang tokoh utamanya anak-anak, tapi sesungguhnya punya logika cerita yang hanya bisa dipahami orang dewasa. Film '5 Elang' garapan Rudi Soedjarwo ini adalah pengecualian.

Film berdurasi 88 menit ini berkisah tentang persahabatan lima orang yang terlibat dalam perkemahan pramuka. Baron (Christoffer Nelwan) adalah anak Jakarta yang kaya dan maniak mainan mobil RC. Ia harus ikut orang tuanya yang pindah ke Balikpapan.

Di sana, dia harus beradaptasi dengan “anak daerah”. Masalahnya, sekolah barunya itu sedang ada persiapan untuk perkemahan pramuka—sesuatu yang dianggap kurang oke oleh banyak anak, dibandingkan dengan games atau permainan kontemporer lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT


Perkenalannya dengan Rusdi (Iqbal D Ramadhan), seorang penggalang yang supel dan selalu optimis, membuat Baron terjebak untuk bergabung dengan regu pramuka, yang memang sedang kekurangan anggota itu. Orang tua Baron pun setuju.

Tentu Baron makin malas, karena ia punya rencana lama untuk liburan ke Jakarta dan bertanding RC. Namun, begitu ia tahu ada pameran RC dari Jepang yang lokasinya tak jauh dari bumi perkemahan, ia pun mau ikut berkemah.

Maka kita pun masuk ke dalam dunia pramuka dan perkemahan, lengkap dengan segala permainan dan perlombaannya. Pemenangnya akan menjadi Pramuka Utama dan menjadi wakil Kalimantan Timur untuk Jambore Nasional, sebuah ajang puncak gerakan ini.

Selain Baron yang ahli elektronik dan Rusdi yang punya jiwa kepemimpinan, adan si gempal Anton (Teuku Rizki) yang ahli perapian dan si tengil Aldi (Bastian Bintang) yang temperamental dan naksir salah seorang peserta wanita di sana.

Seperti lazimnya Pramuka, regu pria dinamai dengan nama binantang, dan regu putri dengan nama bunga dan tumbuhan. Dan keterampilan tali-temali, berbagai sandi, dan morse pun hadir di sini, di samping lomba fisik seperti tarik tambang. Salah satu anggota di regu putri itu adalah Sindai (Monica Sayangbati) yang bertenaga kuat dan dimanfaatkan oleh rekan-rekannya yang tak mau kerja.

Saat lomba mencari jejak, anggota regu itu tercerai-berai. Dan, bahaya pun mengintai: Tim Elang yang sudah tak kompak itu harus berhadapan dengan para begundal pencuri kayu dan satwa liar pimpinan Arip Jagau, di samping harus mengendalikan diri dari rasa takut terhadap penghuni hutan itu. Berhasilkah tim Elang memenangkan pertandingan dan menjadi Pramuka Utama?

Film ini menarik, karena pertama, membuat penonton dewasa mengenang lagi masa-masa mudanya waktu SD, ketika Pramuka diwajibkan. Berbagai macam aktivitas khas Pramuka dihadirkan lagi di sini. Ini memang untuk menyambut 50 tahun Kwartir Nasional—karena itu Ketua Kwartir Nasional Prof Dr dr Azrul Azwar, MPH menjadi salah satu produser eksekutif. Film produksi bersama SBO Films, Indika Pictures dan Kwarnas Gerakan Pramuka ini menjadi natural karena melibatkan 1000 figuran anak Pramuka di dalamnya.

Kedua, film ini mengambil lokasi di luar Jakarta, tepatnya di Balikpapan, dan ini penting mengingat sangat sedikit representasi non-Jakarta dan non-Jawa dalam perfilman Indonesia. Ketiga, film ini cocok untuk penonton anak-anak, sesuatu yang sungguh jarang. Ini karena sang sutradara Rudi Soedjarwo membuat film ini, seperti pernyataannya dalam sebuah wawancara, “seperti membuat film untuk anak saya”.

Keempat, skenario digarap oleh Salman Aristo—yang di sini juga sebagai salah satu produser --yang berpengalaman menggarap film anak-anak semacam 'Garuda Di Dadaku' dan 'Laskar Pelangi'. Ia menggunakan rumus tiga babak yang biasa dilakukan film arus-utama Hollywood: perkenalan para karakter utama di awal cerita, ada konflik yang menyebabkan ikatan dan hubungan kimiawi antar anggota grup makin melemah atau sebaliknya mengental, dan terakhir penyelesaian.

Semua itu dibumbui dengan adegan-adegan a la McGyver yang mengingatkan kita pada 'Home Alone', hal yang acap berhasil menghibur. Juga, perkembangan dan perubahan karakter tokoh-tokohnya terasa enak ditonton. Jadinya adalah film formulaik yang asyik untuk dinikmati anak-anak dan juga orang dewasa yang mendampinginya.

Maka inilah kisah petualangan dan seluk-beluk persahabatan antara lima Penggalang Pramuka. Tepuk Pramuka!

Komentar

Postingan Populer